Info Kuliner mengenai berbagai macam jajanan khas Purwokerto, dari makanan berat sampai makanan ringan, semua ada disini [...]
Satu rangkaian kereta uap Jaladara yaitu nama lain dari Sepur Kluthuk ini terdiri dari satu lokomotif Seri C 1218 dan dua gerbong penumpang dengan Seri TR 144 dan TR 16. Lokomotif kereta uap wisata jaladara ini buatan Jerman tahun 1896, diambilkan dari Museum Palagan Ambarawa, sementara gerbongnya dari Magelang dan Bandung. Pengoperasian kembali kereta api pariwisata ini dimaksudkan untuk mengangkat kembali citra kota Solo, dalam rangka pengembangan pariwisata, yang sekaligus juga meningkatkan ekonomi masyarakat.
Sedangkan untuk harga tiketnya sendiri memang lumayan mahal yaitu Rp. 100.000,- untuk sekali naik, itu disebabkan untuk mengoperasikan kereta uap wisata ini memerlukan biaya yang tidak sedikit karena dalam sekali jalan pulang pergi, menghabiskan tiga kubik kayu jati ( sekitar 3 juta-an ), sedang kereta api hanya berkapasitas lebih kurang 80 orang. Harga itu memang pantas karena anda akan disuguhkan dengan berbagai macam tempat wisata untuk berbelanja, berfoto, mengunjungi Kraton dan masih banyak tempat wisata lainnya.
Benteng Pendem Cilacap
Benteng Pendem ini merupakan markas pertahanan tentara Hindia-Belanda yang dibangun secara bertahap pada tahun 1861-1879, Bangunan Benteng Pendem memiliki konfigurasi yang masih kokoh, dengan dikelilingi parit, mempunyai 60 kamar/ barak, benteng pengintai, gudang senjata, terowongan, ruang penjara, ruang rapat, ruang amunisi, ruang tembak dan 13 tempat-tempat penting untuk pertahanan yang dikelilingi oleh pagar dan parit serta tertimbun tanah sedalam 1-3 meter.
Obyek wisata ini dilengkapi pula dengan beberapa fasilitas seperti :
1. Dinas Pariwisata Kab. Cilacap Telp. 0282-534481
2. Unit Pelaksana Teknis Obyek Wisata Telp. 0282-534003
Daftar Obyek Wisata Alam
TAWANGMANGUTawangmangu yang terletak di Karanganyar merupakan tempat wisata alam yang asri di lereng Gunung Lawu. Keindahan alam berpadu dengan kesejukan udaranya membuat tempat ini banyak dikunjungi wisatawan. Beberapa tempat yang sangat pantas dijadikan tujuan wisata di kawasan ini maupun sekitarnya antara lain Grojogan Sewu (air terjun alami), Cemara Sewu perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur), kawasan perbukitan Tlagadlingo, taman hiburan, Pasar Tradisional Tawangmangu, bumi perkemahan dan kebun bunga.
- Grojogan Sewu : terletak pada ketinggian 1.100 meter di atas permukaan air laut, memiliki keindahan yang menakjubkan untuk dinikmati wisatawan.Panorama air terjun alami setinggi 81 meter ini berada di tengah hutan lindung yang didiami oleh satwa kera yang jinak, arealnya sangat luas dan sejuk, lengkap dengan fasilitas rekreasi keluarga seperti kolam renang dengan sirkulasi air alami, arena perkemahan, taman rekreasi, kios souvenir, rumah makan dan berbagai kopel peristirahatan.
TAMAN SATWA TARU JURUG
Taman Satwa Taru Jurug (TSTW) atau lebih dikenal Taman Jurug terletak di pinggir kota Solo dekat Sungai Bengawan Solo, selain dikunjungi banyak orang tempat wisata ini juga seringkali dipakai untuk merayakan acara adat Solo. Acara adat solo yang sering diselenggarakan disini misalnya acara Syawalan yang puncaknya ditandai dengan Larung Ageng Gethek Joko Tingkir. Ribuan warga Solo dan sekitarnya memadati TSTJ dan seputaran Sungai Bengawan Solo yang digunakan sebagai tempat pelarungan. Prosesi yang menceritakan tentang kisah perjalanan Joko Tingkir menuju Demak itu dilakukan di aliran Bengawan Solo, mulai dari Pesanggrahan Langenharjo Grogol, Sukoharjo menuju Butuh Sragen, dengan berhenti dahulu di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo. Pelaksanaan prosesi budaya tersebut mendapat animo sangat besar dari masyarakat Solo. Ini terlihat dari ribuan anggota masyarakat yang berjubel di sepanjang aliran Bengawan Solo yang dilewati oleh arak-arakan prosesi tersebut.
Kemuning
Selama perjalanan dari candi Sukuh ke candi Ceto wisatawan akan melalui keindahan hamparan hijau kebun teh yang berbukit-bukit. Didukung dengan fasilitas jalan aspal yang berkelok-kelok di lereng gunung Lawu, serasa berpetualang di alam bebas dengan hawa yang sejuk dan segar berada sekitar 910m dia atas permukaan laut. Terletak di desa Kemuning, kec. Ngargoyoso, kab. Karanganyar. Perkebunan teh ini dikelola oleh PT. Kemuning Agrotourism, 38 km dari kota Solo.
Selo (Di gunung Merapi-Merbabu)
Jika anda melakukan perjalanan antara Magelang, Selo dan Boyolali maka anda akan menyaksikan keindahan alam sekitar lereng lereng Merapi-Merbabu dan juga puncak Gunung Merapi yang dapat dilihat dari Pusat Observasi Gunung Berapi di desa Jrakah, Selo. Bagi anda yang menyukai hobi memancing, silakan mengunjungi Tlatar, sebuah obyek wisata pemancingan di kota Boyolali.
Gua Ngantap (Wonogiri)
Gua Ngantap adalah salah satu gua yang terdapat di kelurahan Bayemharjo, kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Gua ini adalah salah satu gua tujuan wisatawan di Kabupaten Wonogiri selain gua Platar. Formasi stalagtit dan stalagmit terdapat di dalam gua ini.
Waduk Gajahmungkur Wonogiri
Terletak 35 km ke selatan dari arah Solo, perairan danau buatan ini menelah wilayah seluas kurang lebih 7 kecamatan. Mulai dibangun di akhir tahun 70-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Bekas penduduk yang tergusur perairan waduk di pindahkan dengan transmigrasi Bedhol Deso ke Sitiung, wilayah Provinsi Lampung. Merupakan salah satu obyek wisata andalan Wonogiri yang letaknya tidak terlalu jauh dari pusat kota Wonogiri. Waduk seluas 83 km persgi ini digunakan untuk menampung luapan air hujan setiap tahunnya dan juga sebagai sumber untuk mengairi sawah. Pemandangan alam yang indah di sekitar waduk berimbas pada banyaknya rumah makan yang menyajikan pemandangan menarik disekitar waduk. Terdapat rekreasi air di lokasi ini seperti memancing, jet ski, wisata`perahu, papan luncur dan terdapat pula bukit yang oleh warga Wonogiri disebut “Bukit Hollywood”.
Cagar Alam Danalaya (Wonogiri)
Cagar Alam Danalaya terletak di kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Obyek wisata cagar alam ini merupakan hutan jati. Kayu jati di hutan ini khusus diperuntukkan untuk membangun istana raja Surakarta. Apabila Raja Surakarta membutuhkan kayu jati untuk membangun atau memperbaiki kraton, maka diambilah kayu dari hutan jati Danalaya ini. Obyek wisata ini banyak dikunjungi oleh wisatawan yang mempunyai latar belakang minat khusus atau pecinta alam.
Gunung Lawu
Gunung Lawu adalah sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini mempunyai ketinggian setinggi 3.245 m. Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous. Gunung ini terletak di antara kota Surakarta dan Madiun dan berada persis di antara perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Tlatar (Boyolali)
Terletak di Boyolali dan merupakan tempat wisata berupa mata air yang dikelola sedemikian rupa sehingaa menjadi tempat wisata air (sekitar 7 km arah utara kota Boyolali). Tlatar memiliki keunggulan dimana lokasinya masih sangat luas dan memiliki beberapa pilihan kolam renang berikut tempat bagi para pemancing.
Pengging (Boyolali)
Merupakan tempat wisata air seperti di Tlatar (sekitar 7 km arah utara kota Boyolali). Penging memiliki keunggulan dimana dulunya merupakan tempat mandi keluarga Kasunanan Surakarta . Sehingga disekitar Pengging ini pun masih dapat ditemukan bangunan-bangunan kuno milik Kasunanan Surakarta. Juga terdapat makam salah seorang pujangga Keraton yaitu Raden Ngabehi Yosodipuro.
Gua Gong
Dengan keunikan hiasan dinding dan efek stalagtitnya yang fenomenal, gua Gong berada pada sekitar 256 meter di bawah permukaan laut. Terdiri dari duabelas bilik gua serta tujuh sumber mata air alami, gua Gong dapat ditempuh dengan transportasi darat kira-kira 7 km dari pasar Punung-Pacitan (70 km arah tenggara Solo). Masyarakat sekitar meyakini bahwa pada hari-hari tertentu (biasanya hari Jumat), gua tersebut mengeluarkan suara seperti gong ditabuh dalam irama musik Jaranan yang konon masih bisa didengarkan sampai sekarang. Alasan inilah yang melahirkan pemberian nama gua Gong.
Girimanik (Wonogiri)
Girimanik merupakan kawasan wisata alam yang berudara sejuk dengan panorama alam yang sangat indah. Di kawasan wisata ini terdapat tiga buah air terjun yang dinamakan Air Terjun Manik Moyo, Tinjo Moyo, serta Condromoyo. Air Terjun Manik Moyo mempunyi ketinggian 70 meter sedangkan Air Terjun Tinjo Moyo mempunyai ketinggian 30 meter. Tidak jauh dari Air Terjun Manik Moyo terdapat sebuah tempat sakral peninggalan atau petilasan Raden Mas Said yang dikenal dengan nama Batu Resi. Daerah wisata ini berlokasi di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri yang berjarak dari pusat kota sekitar 40 km.
Pantai Sembukan (Wonogiri)
Pantai Sembukan adalah sebuah pantai di Desa Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia. Pantai ini merupakan salah satu tujuan wisata di Wonogiri.
Obyek Wisata ritual Sembukan merupakan salah satu obyek wisata ritual di Kabupaten Wonogiri yang mempunyai beberapa sarana ibadah antara lain masjid, paseban dan sanggar. Menurut mitos, obyek wisata ritual pantai Sembukan ini merupakan pintu gerbang ke-13 kerajaan Ratu Kidul. Gerbang ini digunakan untuk lewat Kanjeng Ratu Kidul saat menghadiri pertemuan dengan Raja-raja Kasunanan Surakarta (Paku Buwono).
Setiap setahun sekali diadakan selamatan (Larung Ageng) baik oleh Kraton Surakarta, Pemkab Wonogiri maupun masyarakat desa Paranggupito. Event ini sangat menarik dan selalu mendatangkan wisatawan yang cukup banyak. Obyek wisata ini masuk wilayah Desa Paranggupito. Untuk menuju lokasi tersebut memerlukan waktu perjalanan kira-kira 2 jam dengan kendaraan bermotor.
Sendang Siwani (Wonogiri)
Sendang Siwani merupakan petilasan Raden Mas Said (KGPAA Mangkunagara I) saat melakukan gerilya melawan VOC serta pihak Mataram yang saat itu berada di pihak VOC. Konon di sendang (’sendang’ dalam bahasa Jawa berarti kolam atau danau kecil) inilah Raden Mas Said mendapatkan petunjuk dari Yang Mahakuasa mengenai strategi untuk meraih kemenangan dalam perang melawan penjajah.
Dalam perkembangan waktu, berkembang mitos atas tempat ini yang menyatakan bahwa orang yang melakukan tirakat/meditasi di tempat ini akan terkabul permohonannya. Sampai sekarang tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata ritual di Kabupaten Wonogiri.
Gua Putri Kencono (Wonogiri)
Gua Putri Kencono adalah suatu gua yang terletak ±30 km sebelah selatan Kota Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Kahyangan (Wonogiri)
Sesampai di Kahyangan, pengunjung akan mendapati goa yang terletak di atas kedung. Konon, tempat itu sebagai tempat bersemedinya Danang Suto Wijoyo, atau yang dikenal dengan Panembahan Senopati, raja pertama kerajaan Mataram Islam. Selain itu, terdapat pula air terjun, dan puncak Kahyangan yang konon merupakan tempat di mana Sutowijoyo menemuai Kanjeng Ratu Kidul, sehingga bagi yang percaya tahyul, dilarang memakai baju yang berwarna hijau.
Tempat itu sangat ramai di malam menjelang pergantian tahun Jawa (bulan Suro). Banyak pendatang dari luar daerah, terutama dari daerah Yogyakarta, untuk bertirakatan di sana. Di hari-hari biasa, terutama malam Jum’at Kliwon, biasanya banyak dikunjungi orang-orang dari luar daerah, yang mengadakan syukuran atas keberhasilan yang telah dicapai di tempat perantaunnya, dengan mengundang warga sekitar.
Terletak di komplek tugumuda, dahulu merupakan gedung megah berbaya art deco, yang digunakan Belanda sebagai kantor pusat kereta api ( trem ), atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij ( NIS ). Bangunan karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag menurut catatan sejarah dibangun tahun 1903, kemudian diresmikan pada tanggal 1 juli 1907.Masyarakat Semarang lebih mengenal gedung ini dengan sebutan Gedung LaswangSewu, mengingat gedung ini memiliki jumlah pintu dalam jumlah banyak, yangt dalam arti kiasan banyak berarti jumlahnya seribu atau lebih , yang dalam bahasa jawa LawangSewu.Lawang berarti pintu dan Sewu berarti seribu.
CURUG SEWU
Curug Sewu atau air terjun seribu sejatinya merupakan obyek wisata air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian sekitar 70 meter. Uniknya air dari curug ini tidak langsung jatuh ke bawah tetapi melewati undakan-undakan, sehingga menghadirkan pemandangan yang indah untuk dilihat.
Berlokasi di kecamatan Patean, Curug sewu dapat juga dari kota Semarang dengan jarak sekitar 50 km. Selain menikmati pemandangan air terjun, di tempat ini anda bisa menikmati pemandangan kota Kendal dari atas bukit Jambe, menikmati pemandangan batu yang berdiri yegak lurus setinggi 60 meter atau berkemah di tempat ini. Anda juga dapat mengunjungi danau biru / telaga biru, mencuci muka dengan air yang dipercaya dapat membuat awet muda di Tuk Lanang, mengunjungi Gua Linsang, Goa Gentong dan Goa Baladewa, atau menikmati fasilitas seperti kolam renang, jet coaster, kereta mini dan lain sebagainya. Fasilitas wisata di tempat ini dapat dikatakan cukup lengkap.
Berdasarkan catatan pada prasasti yang ditemukan, Borobudur dibangun antara abad ke-8 ketika Samaratungga (Raja dari Dinasti Syailendra) memerintah. Arti dari Borobudur itu sendiri dalam bahasa sansakerta ialah Biara di atas bukit. Borobudur dipenuhi dengan ornamen filosofis yang memuat filosofis dan budaya kehidupan pada masa lampau.
Selain menggunakan travel, apabila anda ingin sedikit bertualang anda bisa mencoba menjangkau Borobudur dengan menggunakan kendaraan umum. Cobalah untuk berjalan kaki menuju terminal Jombor di Yogyakarta, lalu menaiki mini bus langsung ke terminal Borobudur, perjalanan selanjutnya ialah dengan menaiki becak sampai dengan pintu gerbang candi Borobudur.
Pegunungan Menoreh membentang dari kabupaten Kulon Progo D.I. Yogyakarta hingga kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Proses evolusi alam selama berjuta-juta tahun itu telah membentuk permukaan pegunungan purba itu sedemikian rupa sehingga menghadirkan keajaiban panorama alam. Pada beberapa puncak-puncak pegunungan tersebut terdapat sejumlah goa alam yang sangat menawan dan salah satunya adalah goa Seplawan di Purworejo. Sedangkan lainnya ada di Kulon Progo yaitu goa Kiskendo juga ada goa Silumbu, goa Silawang dan goa Gong. Ketiga goa itu semuannya terdapat di daerah Purworejo.
Goa Seplawan adalah satu-satunya goa di Purworejo yang sudah dijadikan obyek wisata. Goa ini tepatnya berada di desa Donorejo,kecamatan Kaligesing sekitar 40 kilometer ke timur dari pusat kota.
Goa Seplawan itu merupakan satu situs yang sangat bernilai tinggi. Sebab, goa yang ditemukan pada 15 Agustus 1979 itu di salah satu sudut goa ditemukan sebuah arca emas 22 karat setinggi 9 cm dengan berat 1,5 kg. Arca itu berupa patung sepasang pria dan wanita yang sedang bergandengan tangan. Para ahli arkeolog meyakini bahwa patung itu adalah Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Arca itu merupakan peninggalan pada zaman Hindu Siwa. Kini arca tersebut disimpan di Museum Nasional. Sebagai gantinya , Pemerintah membangun replika arca didepan mulut goa, replika itu ukurannya lebih besar dari yang sebenarnya sehingga menyerupai monumen.
Selain memiliki keistimewaan sebagai situs pra sejarah ada keistimewaan lainnya yaitu keindahan goa Seplawan itu sendiri. Goa itu memiliki ornamen-ornamen yang sangat indah dan mengagumkan seperti adanya stalaktit dan stalakmit dengan ukuran beraneka ragam. Ornamen lainnya pun tak kalah menariknya seperti Flow stone, helektit, soda straw, gowerdam dan lain-lain.
Goa Seplawan mempunyai panjang sekitar 700 Meter sedangkan cabang-cabang goa sekitar 150-300 meter. Jalur yang khusus untuk para pengunjung sudah ada penerangan lampu sedangkan untuk cabang-cabang goa tidak dipasang lampu karena kondisinya yang berlumpur. Sehingga ada yang memberi nama cabang goa itu dengan istilah “istana lumpur” karena saking banyaknya lumpur.
Lokasi obyek wisata Goa Seplawan sudah dilengkapi dengan fasilitas sarana dan prasana seperti kamar mandi/WC, Mushola kecil yang sederhana, Gashebo, Gardu Pandang dan juga ada taman-taman bunga yang indah. Pemandangan disekitar goa seplawan sangat indah selain itu udaranya juga sejuk karena kawasan ini berada di ketinggian sekitar 800 mdpl. Melalui gardu pandang pengunjung bisa melihat pantai selatan, kota Kulon Krogo, serta Waduk Sermo. Bahkan jika naik ke salah satu bukit di kawasan goa itu, pengunjung bisa melihat Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing dan Sindoro dan juga Gunung Slamet. Namun, gunung-gunung itu hanya bisa dilihat pada pagi hari. Maka, banyak para pengunjung yang camping di Seplawan sehingga pada pagi harinya bisa melihat keindahan alam dari kawasan Seplawan itu.
Saat ini segmen pengunjung masih didominasi dari kalangan muda dan sedikit dari orang tua. Mereka berasal dari daerah Purworejo dan sekitarnya. Pengunjung Goa Seplawan masih sangat sedikit. Hal ini karena lokasinya yang jauh dari pusat kota dan kawasan Seplawan itu masih terlalu sederhana. Dan ini menjadi pekerjaan rumah pemda untuk mengembangkan obyek wisata mengingat Goa Seplawan memiliki ciri khas tersendiri baik dari segi sejarah dan keindahan alamnya. Sehingga nantinya dengan pengembangan obyek Goa Seplawan itu akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ).
Wisata Waduk Sempor adalah Objek wisata cantik berhawa sejuk dengan pesona alam memikat, cocok untuk tempat berlibur dan bersantai bersama keluarga. Objek Wisata Waduk Sempor terletak 10 kilometer arah utara Gombong Kabupaten Kebumen. Waduk yang luasnya puluhan hektar itu, selain menyediakan air untuk irigasi persawahan, juga untuk menggerakkan turbin PLTA dan PDAM. Sebagai objek wisata, Waduk Sempor dilengkapi berbagai fasilitas. Untuk rekreasi air misalnya, ada speedboat, slowboat, bebek dayung serta perahu dayung. Selain itu, wisatawan dapat memilih acara lain, seperti jalan-jalan di seputar waduk sambil menikmati panorama indah dan udara sejuk menyegarkan. Objek Wisata Waduk Sempor merupakan karya manusia yang terpadu dengan alam olehkarenanya panorama yang disuguhkan leh Waduk Sempor sangat mepesona. Waduk Sempor bukanlah sesuatu yang asing lagi di dunia kewisataan. Sekarang cobalah Anda rasakan ketika Anda pulang. Anda akan merasakan kesegaran yang luar biasa. Untuk menuju objek wisata ini sangatlah mudah karena dilalui oleh kendaraan umum, jadi untuk sampai ke lokasi tidaklah sulit. Dari Kebumen, naiklah kendaraan umum dan turunlah di Gombong. Dari sini kemudian dilanjutkan dengan naik angkutan wisata.
Lokasi objek wisata ini luasnya kurang lebih enam hektar, yang awalnya adalah area ladang, atau ada beberapa kolam. Lalu, disulap dengan dibuatkan kolam renang taraf internasional (olympic), lalu beberapa kolam renang lainnya yang diperuntukkan aneka permainan anak-anak. Sekeliling lokasi wisata ditata dengan dibuat taman secara apik dan tempat istirahat keluarga. Ada juga panggung hiburan dan playground untuk bermain anak-anak, seperti ayunan dan lainnya. Selain permainan waterboom setinggi 13 meter, pengunjung atau wisatawan disuguhi bermacam kegiatan mulai berenang di kolam olympic, pesta air, petualangan air, kolam arus, dsb. Ada juga air mancur untuk mainan anak-anak, lalu naik perahu karet, hingga balapan lari atau beragam mainan di air. Sebagian pengujung lain, terlihat "botram" secara lesehan di bangunan memanjang yang bersekat-sekat. Ada juga tempat untuk ngobeng (nangkap) ikan. Airnya jernih, sehingga ikan yang diincar untuk ditangkap terlihat jelas. Tapi, syaratnya harus dengan tangan kosong. Arena ini menjadi daya tarik tersendiri.
(www.kbmwbu.jawatengah.go.id)
kobra albino hingga king kobra. Semua binatang melata itu ditempatkan di dalam kandang khusus. Beberapa ular jinak bahkan dilepas di area tersebut. Tak cuma melihat jika anda cukup punya nyali, juga bisa berfoto bersama binatang melata itu. Beberapa orang pemandu akan membantu Anda.''Tapi kalau takut, lebih baik tidak usah, karena kalau kita panik ular tersebut bisa menyerang Di area tersebut, bisa disaksikan pula hewan reptil lainnya seperti iguana, buaya, biawak, dan sebagainya. 
Ada apa dengan Purbalingga? Tahukah Anda, kota yang terletak di kaki Gunung Slamet itu, tengah mengalami perkembangan yang cukup menakjubkan, utamanya di bidang wisata. Tak heran, kota ini mendapatkan julukan baru yang lumayan mentereng: magnet wisata di Jateng (Jawa Tengah) bagian selatan. Tak sulit untuk menjangkau Purbalingga salah satu objek wisata disana yaitu Objek Wisata Air Bojongsari atau dikenal dengan singkatan Owabong. Di tempat ini, pengunjung akan disuguhi enam kolam renang di mana masing-masing kolam memiliki fasilitas tersendiri seperti waterboom,
ember tumpah, kolam arus, hingga aneka permainan air. Di tempat wisata seluas 4,8 hektare ini, terdapat pula kolam sesat di mana kita akan diajak mengikuti permainan di dalam air Kolam tersebut bisa dinikmati wisatawan, baik tua maupun muda. Jangan kaget, Anda bisa lupa waktu karena asyiknya bermain di kolam ini. Secara keseluruhan, kolam di Owabong memiliki kedalaman bervariasi antara 1,10 meter hingga 2,25 meter. Salah satu keistimewaan Owabong adalah air yang mengisi keenam kolam itu bersumber dari mata air yaitu mata air Cidandang, Cipawon, dan Cikupel. ''Berenang di kolam ini tidak membuat kulit bersisik atau mata memerah, karena ini air murni tanpa ada campuran kaporit maupun obat-obatan lainnya,'' kata Agus. Di Owabong, juga tersedia waterboom yakni jenis spiral dan torpedo. Untuk spiral, tingginya mencapai 13 meter dan merupakan waterboom tertinggi di Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, kawasan wisata Owabong akan makin lengkap dengan rampungnya pembangunan wahana lain yang disebut pantai bebas tsunami. Ide pembuatan wahana ini didasari kenyataan bahwa masyarakat menyukai pantai tapi takut dengan gelombang tinggi. Pantai bebas tsunami ini akan dibuat mirip pantai sesungguhnya. Ada gelombang, pasir putih, dan sebagainya. Luas kawasan pantai buatan itu mencapai 1.200 m2.
(www.kbmwbu.jawatengah.go.id)
Baturaden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Jarak dari kota Purwokerto sekitar 20 km dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menit dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum wisatawan dapat naik angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata Baturaden. Jika ingin lebih praktis wisatawan dapat menggunakan taksi. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya hati-hati karena jalan yang menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.
Baturraden adalah keindahan yang memancar dari lereng Gunung Slamet. Lokasi wisata yang berjarak hanya sekitar 15 km dari kota Purwokerto, Jawa Tengah ini, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.
Selain akses yang mudah, area wisata ini juga menyediakan hotel dan aneka penginapan yang memadai. Di samping, bagi pecinta alam terbuka disediakan camping ground yang nyaman dan aman. Dan tanpa perlu khawatir akan kesulitan memperoleh makanan, karena di area ini cukup banyak pedagang yang menjajakan sate kelinci.Gunung Slamet dengan lereng-lerengnya yang landai, menawarkan panorama alam yang indah, dan udara yang segar.
Lokasi wisata
• Pancuran Pitu Baturaden
Pemandian air panas yang yang mengandung belerang. Dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah atas Pancuran Telu.
• Pancuran Telu
Pemandian air panas yang yang mengandung belerang. Dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah bawah Pancuran Pitu.
• Bumi Perkemahan
Merupakan camping ground yang sering dimanfaatkan oleh para pecinta alam dan penikmat kegiatan out bond. Pernah digunkan sebagai tempat penyelenggaraan Jambore Nasional Gerakan Pramuka se-Indonesia pada tahun 2001.
• Kaloka Widya Mandala
Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden atau Wisata Pendidikan Wanasuka Baturraden merupakan kebun binatang sekaligus sebagai tempat wisata edukasi yang diresmikan oleh Bupati Kepala Daerah Tingkat II Banyumas H. Djoko Sudantoko pada tanggal 17 mei 1995. Tempat ini pernah mendapatkan prestasi sebagai Visit Indonesia Dekade 1991-2000 dalam Penobatan Anugerah Wisata Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang pada tanggal 23 Agustus 1996.
Di Taman Kaloka Widya Mandala Baturraden terdapat berbagai macam binatang yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri seperti dari Australia, Asia dan Belanda. Koleksinya meliputi: Sapi kaki lima, Kambing kaki tiga, Gajah, Beruk (Buing), Buaya Irian, Ular Sanca, Kaswari, Monyet, Landak, Iguana, Cendrawasih, Kelelawar, Ayam Kate, Ayam Mutiara, Orang Utan, Elang Bondol, Rusa. Di tempat ini juga terdapat Museum Satwa Langka, seperti: Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan Macan Dahan.
• Pemandian Air Panas
• Curug Ceheng
• Wahana Wista Lembah Combong
• Combong Valley Paint Ball and War Games
• Telaga Sunyi
(http://id.wikipedia.org/wiki/Baturaden)
























